Snapchat vs Instagram: Siapa Lebih Unggul?

by Tim Penulis Managix – Tuesday, July 9, 2019

Di Indonesia jelas Instagram jauh lebih unggul dibanding Snapchat. Namun dalam artikel ini akan memberikan insight yang lebih jauh. Bukan sekadar menggambarkan peta persaingan yang terjadi antara Snapchat vs Instagram di level global, tapi bagaimana sejarah kompetisi antara keduanya, perbedaan kedua social media, jumlah pengguna, hingga bagaimana memanfaatkannya untuk kepentingan digital marketing. 

Biar lebih nikmat, Anda boleh menyiapkan cemilan maupun minuman lebih dulu. 🙂 And now let’s begin…

Stories, Fitur yang Mendunia

Anda suka mengunggah stories di Whatsapp? Fitur yang hilang dalam 1X24 jam ini mulanya berasal dari Snapchat. Kemudian Instagram, Facebook, dan Whatsapp dengan cepat mengikutinya. Belakangan fitur tersebut juga muncul di Youtube. 

Berikut ini timeline kemunculan Stories di sejumlah social media.

  • Snapchat menjadi yang pertama meluncurkan Stories pada Oktober 2013.
  • Instagram Stories baru muncul pada tahun 2016. 
  • WhatsApp Stories dirilis pada 24 Februari 2017, bertepatan dengan ulang tahun ke-8 WhatsApp. 
  • Disusul dengan diluncurkannya Facebook Stories pada 28 Maret 2017. 
  • Youtube pun mengikuti jejak ini dengan mengeluarkan fitur Stories pada November 2018. 

Stories merupakan fitur yang begitu populer. Berkat adanya Stories menjadi “pembeda” bagi Snapchat ketika itu. Status yang dapat menghilang dalam 24 jam itu yang dipercaya menjadi sebab naik daunnya social media ini.

Tapi semuanya dengan cepat berubah. Facebook—yang mengakuisisi Instagram pada 2012– dengan cepat mengendus keunggulan kompetitornya itu. Fitur Stories kemudian di-adopsi dan dirilis bukan hanya di Instagram, tapi juga FB dan WA. Walhasil, daya tarik utama Snapchat pun hilang. Sebab fitur ini kini ada di semua social media.

“Kloning” Stories yang dilakukan Instagram terbukti sukses. Kurang dari setahun sejak diluncurkan Stories, jumlah pemakaian Stories di IG pada 2017 sudah mencapai sekitar 250 juta pengguna. Angka ini melampau jumlah pengguna aktif harian Snapchat yang baru berada di kisaran 150 jutaan pengguna. Pukulan telak bagi Snapchat!

Keunggulan Instagram Stories itu makin menjadi-jadi. Data Techcrunch di tahun 2019 ini menyebut, Instagram Stories sudah dipakai 500 juta pengguna aktif harian. Jauh mengungguli Snapchat yang baru berada di angka 190 jutaan pengguna harian.  

Baiklah, itu sekilas bagaimana Stories menjadi fitur penting di social media saat ini. Termasuk bagi SnapChat dan Instagram.

Bagi Anda yang belum begitu tahu apa itu Snapchat, selanjutnya mari kita coba kuak apa perbedaan antara Snapchat dengan Instagram.

Perbedaan Instagram dan SnapChat

Sebetulnya tak begitu kentara perbedaan antara Snapchat dan Instagram. Apalagi setelah Instagram juga mengadopsi Stories. Walau begitu, tetap ada perbedaan dasar antara kedua social media ini. 

  • Snapchat menjadikan Stories sebagai fitur unggulan. Pengguna social media ini sejak awal gandrung dengan unggahan yang bisa hilang otomatis dalam 24 jam. Sedangkan Instagram awalnya sebagai social media berbasis foto. Pemakai Instagram bisa mengunggah foto dan video yang tetap akan tampil di halaman akunnya. Baru di kemudian hari, Instagram memiliki Stories seperti Snapchat. 
  • Letak Instagram Stories berada di bagian atas feed. Sedangkan jika Anda memakai Snapchat, untuk mengakses Snapchat Stories, Anda harus men-swipe ke bagian kiri dari layar. 
  • Snapchat Stories bisa diatur siapa yang bisa melihatnya. Anda bisa memilih siapa yang bisa melihat Stories Anda di Snapchat. Sebaliknya di Instagram, jika profil Anda adalah publik, maka Instagram Stories Anda bisa dilihat oleh semua orang.

Memang tidak begitu kentara perbedaannya. Tapi dilihat dari kelengkapan fitur yang dimiliki, Instagram jauh lebih unggul. 

Dari sisi usia, Instagram muncul lebih dulu. Kevin Systrom dan Mike Krieger menciptakan Instagram pada 6 Oktober 2010. Sementara SnapChat yang dibuat oleh Evan Spiegel, Bobby Murphy dan Reggie Brown ini baru muncul pada September 2011.

Untuk lebih jauh memahami bagaimana perbedaan keduanya, mari kita coba telisik basis pengguna antara Instagram dan Snapchat.

Siapa Pengguna Instagram dan Snapchat?

source: https://www.statista.com/statistics/326452/snapchat-age-group-usa/

SnapChat kuat di basis pengguna antara 18 sampai 24 tahun. Baru setelah itu, disusul oleh pengguna dengan rentang umur 25 sd 34 tahun; dan di segmen ketiga adalah mereka para remaja yang berada di rentang usia 13 sampai 17 tahun.

Source: https://www.statista.com/statistics/398166/us-instagram-user-age-distribution/

Sementara mayoritas pengguna Instagram adalah mereka yang berusia 25 sd 34 tahun. Baru disusul oleh pengguna di usia 28 sd 24 tahun; dan di urutan ketiga adalah pengguna usia 25 sampai 44 tahun.

Melihat data di atas, basis pengguna Snapchat dan Instagram cukup mirip. Hanya saja Snapchat banyak dipakai oleh mereka yang berusia remaja (mulai 18 tahun), sedangkan Instagram terbanyak dipakai oleh orang dewasa (mulai berusia 25 tahun).

Snapchat dan Instagram di Indonesia

Di Amerika Serikat, Snapchat dan dan Instagram sama-sama populer. Hal itu bisa dilihat dari perbandingan statistic data pengguna di atas. Snapchat menurut data April 2019 memiliki pengguna sekitar 93,5 juta di Amerika Serikat. Sementara Instagram memiliki pengguna sampai 110 juta di AS. Tak terlampau jauh selisih jumlah pengguna keduanya. 

Tapi di Indonesia, Instagram unggul telak dibandingkan Snapchat. Indonesia adalah negara keempat pemakai Instagram terbesar di dunia dengan jumlah pengguna sekitar 56 juta orang. Sebaliknya, di Snapchat, Indonesia tidak masuk dalam 10 negara terbesar pengguna Snapchat. Padahal untuk urutan ke-10 pengguna SnapChat ditempati Australia dengan 6,3 juta pengguna. Dengan begitu, bisa dipastikan pengguna Snapchat Indonesia lebih kecil dari angka tersebut. 

Yang menarik justru Arab Saudi adalah negara keempat terbesar pemakai Snapchat dengan 14 juta pengguna. Bahkan melampaui India yang dikenal memiliki jumlah penduduk yang besar. (Ya, menarik nantinya mungkin di kesempatan lain kita kuak mengapa SnapChat begitu populer di Arab Saudi. )

Walau masih kalah dari Instagram, tapi Snapchat tidak mau menyerah. Setelah Stories, SnapChat kini mengandalkan fiter sebagai fitur unggulannya. Ini cukup memancing banyak pengguna tertarik memakainya. Fitur filter itu bisa mengubah wajar orang dewasa menjadi bayi, maupun wajah pria menjadi wanita. 

Ini contoh gambar filter foto Snapchat Raditya Dika yang kembali menjadi bocah.

Source: Instagram.com/raditya_dika/

Statistik Penting Lainnya

Instagram tahu betul, Snapchat merupakan kompetitor yang tidak boleh diremehkan. Itu sebabnya Instagram tak mau kalah. Ketika ada fitur baru di SnapChat, IG berusaha dengan cepat mengantisipasinya. Hasilnya sejauh ini efektif membuat IG tetap yang terdepan. 

Contoh kasus seperti ketika Instagram menghadirkan Stories pada 2016. Saat itu, hadirnya IG Stories cukup berhasil “memukul” jumlah pengguna dan enggagement pengguna Snapchat. 

Walau begitu enggagement pengguna Snapchat masih besar. Setidaknya menurut Business Insider, Snapchat rata-rata masih dibuka sebanyak 18 kali per hari dengan durasi penggunaan sekitar 30 menit. Tapi memang jika dibandingkan engagement rate Instagram, Snapchat masih kalah. Instagram memiliki 3 sampai 5 kali tingkat engagement lebih tinggi dibandingkan Snapchat.

Biar lebih jelas lagi, mari kita simak data terbaru mengenai Instagram dan SnapChat.

Statistik Instagram 2019

  • Instagram memiliki 1 milyar pengguna bulanan. Dan 500 juta menggunakan aplikasi Instagram setiap hari. 
  • Mayoritas pengguna Instagram (sebanyak 88 persen) berada di luar Amerika Serikat. Walau begitu, Amerika Serikat tetap menjadi pengguna terbanyak IG dengan jumlah pengguna mencapai 110 juta. 

Brasil merupakan negara kedua pengguna Instagram terbesar dengan 66 juta, disusul India dengan 64 juta pengguna dan Indonesia 56 juta user. Lalu ada Rusia di urutan kelima dengan 35 juta pengguna IG. Negara lainnya yang masuk dalam 10 besar pengguna Instagram adalah Jepang, Inggris, Meksiko, dan Jerman. 

  • Sebanyak 71 persen pengguna Instagram berusia di bawah 35 tahun. Ini data menarik dan penting bagi marketer. Sebab segmen tersebut merupakan kaum muda produktif yang memiliki daya beli. 
  • Selain akun resmi Instagram (306 juta follower), akun IG yang memiliki jumlah terbanyak di dunia adalah Cristiano Ronaldo (174 juta follower). Disusul oleh Ariana Grande dengan 158 juta follower dan Selena Gomez dengan 153 juta follower.

Untuk Indonesia, akun Instagram yang paling banyak di-follow adalah @ayutingting92 dengan 33 juta follower (Juli 2019). Disusul di peringkat kedua oleh @raffinagita1717 (31,7 juta follower) dan @prillylatuconsina96 (29,7 juta follower). 

  • Instagram dibeli Facebook pada 2012 dengan harga USD 1 milyar. Kejelian Mark Zuckerberg dalam melakuan akuisisi ini terbukti sukses. Social media itu menjadi salah satu “mesin uang” iklan bagi Facebook Inc. 

Kejelian ini mengingatkan orang akan langkah Facebook berikutnya yang membeli WhatsApp dengan harga USD 19 milyar pada 2014 lalu. WA kini menjadi aplikasi messaging terbesar di muka bumi. 

  • Jumlah pengiklan di Instagram menyentuh angka 2 juta orang pada 2017 lalu. Untuk saat ini tentu angkanya sudah lebih tinggi lagi. Meningkatnya jumlah pengiklan di IG karena platform ini sempurna bagi pemasar. Adanya keunggulan visual (foto dan video) membuat pesan marketing bisa disampaikan secara menarik dan efektif.  

Bagaimana dengan Snapchat? Mari kita simak data di bawah ini.

Data SnapChat 2019

  • Pada kuarter pertama 2019, Snapchat memiliki 190 juta pengguna aktif harian. Angka tersebut naik 2 persen dari jumlah pengguna aktif harian yang sebesar 186 juta pada kuarter keempat 2018. Untuk pengguna aktif bulanan, Snapchat memiliki sekitar 300 juta pengguna aktif. 
  • Snapchat begitu kuat di Amerika Serikat dan Eropa. Negara Eropa yang banyak memakai Snapchat adalah Perancis (18,7 juta pengguna), Inggris (16,9 juta), dan Jerman (10,6 juta).

Ya, itulah sejumlah data penting mengenai Instagram dan SnapChat. Sekarang mari kita coba beralih bagaimana cara memaksimalkan kedua social media ini untuk tujuan marketing maupun bisnis.

Mendayagunakan Snapchat dan Instagram untuk Bisnis

Bagaimana memaksimalkan Instagram dan Snapchat untuk marketing? Semua strategi marketing bermula dari mengenali target audience. Dengan mempelajari data statistik di atas, seorang marketer tahu apa yang harus dilakukannya untuk memanfaatkan Instagram maupun Snapchat.

Kapan Beriklan di Snapchat?

Jika Anda memiliki produk yang menarget negara seperti Amerika Serikat dan Prancis, maka SnapChat merupakan platform yang tepat dicoba. Dengan jumlah 190 juta pengguna aktif harian, beriklan di SnapChat bisa menjadi sasaran yang menarik. 

Apalagi jika produk yang Anda miliki menargetkan audience dengan rentang 18 sampai 24 tahun, maka klop sudah. SnapChat adalah salah satu platform penyampai pesan marketing yang layak dicoba.

Kapan beriklan di Instagram?

Tapi jika Anda ingin menargetkan audience di Indonesia, Instagram jauh lebih powerful dibanding SnapChat. Basis pengguna Instagram Indonesia yang mencapai lebih dari 50 juta adalah pasar yang sangat menarik. Instagram merupakan social media yang familiar bagi masyarakat Indonesia. Keunggulan visual IG juga menjadi poin plus untuk memaksimlkan iklan berbasis gambar dan video.

So, siapa yang terbaik, apakah Instagram atau Snapchat? Jawabannya amat bergantung. Jika jumlah pengguna yang dijadikan sebagai patokan, IG jelas lebih unggul. Bagi Anda yang ada di Indonesia, IG juga lebih cocok untuk menyebarkan pesan marketing Anda. Tapi jika Anda adalah seorang marketer kelas dunia dan kebetulan memiliki produk untuk anak muda di Amerika Serikat, Prancis atau Inggris, mencoba Snapchat tak ada salahnya. 

Tentu bukan hanya dengan mengandalkan iklan. Mungkin Anda juga bisa melakukan marketing organik di Instagram dan SnapChat. Asalkan Anda memahami kaidah dasar marketing, pasti tak akan kesulitan untuk menjalankannya.

Dengan demikian, yang terpenting adalah:

  • Kenali dengan baik siapa target audience produk anda (berapa usia, laki-laki atau perempuan (atau keduanya), dan beberapa indikator lainnya)
  • Pilih platform yang Anda ingin gunakan. (Boleh salah satu atau keduanya)
  • Dan buat konten yang tepat untuk menyasar target audience.

Sampai di sini, ada pertanyaan? Komen di bawah ya…

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram