Marketing by Practice: Belajar Langsung dari Lapangan

by Tim Penulis Managix  – Wednesday, July 10, 2019

Kini ada banyak sekali sumber informasi mengenai cara memasarkan suatu produk. Tak sedikit seminar/workshop memberikan ilmu digital marketing atau bagaimana memulai online business. Tetapi tidak ada yang mengalahkan ilmu ketika sudah terjun langsung ke praktiknya. Di sini saya ingin berbagi pengalaman ketika memegang bisnis sendiri yang baru dimulai tiga bulan lalu. Dengan bekal pengalaman di dunia marketing sekitar 6-7 tahun dan mengemban latar belakang pendidikan S2 di Marketing Communication. Namun sayangnya, dunia pemasaran tidak semudah itu ditaklukan dan dijalankan sesuai petunjuk manual book. Selalu ada saja hal yang baru dan perlu dipelajari.

Kini saya mencoba menjalankan bisnis sendiri yang dinamakan @Meatarians, suatu usaha yang menjual segala macam daging mulai dari daging sapi, ayam, seafood dan ready to cook berbahan baku daging. Membaca berbagai teori dan menjalankan brand di kantor sebelumnya pun tak bisa disamakan ketika memegang usaha sendiri. Ada hal-hal penting yang bisa kami pelajari di sini langsung pada prakteknya diantaranya:

1. Marketing is Telling People why They Should Buy Your Product.

Ini hal yang sederhana namun karena itulah tidak mudah diterapkan. Terkadang nilai yang kita berikan sama dengan kompetitor yang sudah sangat banyak dan lebih dahulu berada di kategori yang sama. Kalau memang kompetitornya sudah sangat banyak dan produk kurang lebih sama, hargalah yang lebih banyak mempengaruhi keputusan pembeli. Namun apabila produk berpeluang berbeda dengan yang lain maka ciptakan sesuatu yang unik dan experience yang mudah agar pembeli bisa memilih produk Anda.

Berbicara mengenai @Meatarians, sebuah meat wholesaler yang kami rintis, memiliki tagline “Cut the time. Cut the price. But not the taste.” Dengan target market para productive people, busy mom dan new housewife yang ingin memberikan makanan terbaik & sehat untuk keluarga namun kesulitan dengan rutinitas mereka yang padat. Mereka bisa mendapatkan bahan baku makanan yang sudah bersih dikupas, dipotong dan siap dimasak.

Tak hanya itu, kamipun melihat tren makan All You Can Eat meningkat belakangan ini. Maka kami ingin mengakomodir para anak muda dan keluarga yang ingin makan daging dengan kualitas baik juga bisa mereka santap di rumah, tanpa perlu merasa membuang makanan ketika tidak bisa menghabiskan semua makanan. Ketika persediaan daging @Meatarians masih banyak, mereka bisa disimpan untuk keesokkan harinya.

2. Marketing itu Entertaining dan Solutif tapi Harus Konsisten.

Berbicara mengenai pemasaran, bukanlah sesuatu hal yang mudah berada di tengah banyaknya brand di kehidupan manusia. Bagaimana suatu brand bisa diingat ketika mereka sedang membutuhkannya. Maka, marketing haruslah sesuatu yang entertaining dan konsisten. Kenapa? Karena manusia sudah penuh dengan pemikiran masalah mereka. Sebaiknya brand haruslah hadir dengan konten menghibur dan tidak depressing. Bagi Anda yang berjualan di bisnis online, pahamilah perbedaan offline marketing dan online marketing. Orang yang aktif di internet tidak hanya mau membeli suatu produk tetapi juga mencari informasi, solusi dan sesuatu yang menghibur. Bagaimana dapat menginspirasi mereka dan memberikan penyelesaian pada suatu masalah.

Misalkan @Meatarians memberikan tips cara mengolah daging atau resep masakan. Kemudian mengajak para audience berbagi pengalaman mereka ketika pertama kali memasak atau memberikan kuis singkat tentang membedakan bumbu dapur.

Konten yang menarik pun apabila tidak didukung dengan kedisiplinan akan menjadi sia-sia. Salah satu tips saat usaha online adalah tidak menunda-nunda konten karena harus selalu konsisten diinfokan. Minimal satu konten perhari. Namun kembali lagi melihat apa kebutuhan dari produk/jasa tersebut.

3. Menempatkan diri Sebagai Konsumen

Ketika Anda menjual sebuah produk/jasa, usahakanlah mengimajinasikan diri sebagai konsumen.

  • Apa produk/jasa yang mereka harapkan?
  • Apa masalah yang bisa Anda bantu selesaikan dengan produk/jasa Anda?
  • Bagaimana packanging barang yang telah dibeli setelah diterima?
  • Bagaimana layanan yang diinginkan ketika sedang proses membeli?
  • Apakah ongkos kirim terasa memberatkan saya dan solusinya apa?

Selalu tanamkan pertanyaan-pertanyaan di benak Anda hingga sudah tidak memiliki pertanyaan dan sudah bisa tidak ada pertanyaan yang tidak bisa terjawab. Keep asking ‘why’! Jangan malu bertanya pada orang-orang sekitar Anda untuk memberikan masukan yang mungkin belum terpikirkan.

4. Timing is Everything

Belajarlah dari waktu! Mulai dari ketika mengawali usaha hingga ketika menjalankannya. Jangan terburu-buru mengejar semuanya ketika baru mengawali usaha. Namun ambil langkah perlahan sambil mempelajari pasar dan target. Misalkan jangan terburu-buru memasang iklan atau celebrity endorsement di media sosial ketika Anda masih belum menemukan sistem dan man power yang tepat.

Pasang ads ketika di momen yang tepat untuk produk Anda misalkan pasang ads @Meatarians saat sebelum bulan puasa karena habit target yang menyetok persediaan makanan untuk sahur dan buka puasa. Sementara itu, persiapkan key opinion leader (KOL) ketika bisnis Anda sudah jalan 3-6 bulan. Saat itu, bisnis Anda sudah running dan telah memiliki kredibilitas tinggi karena banyak yang telah mengikuti medial sosial anda.

Namun di balik pengalaman di praktiknya, beberapa teori dan informasi memang harus dilakukan. Sebelum memulai usaha, lebih baik membuat brand canvas terlebih dahulu yang berisi visi misi, objective, target market, competitor review, timeline, mechanism, finansial projection dan sales target. Namun terlepas dari pengalaman yang diberikan, saat inipun saya masih terus belajar dan ingin berbagi ilmu bersama karena ilmu marketing tidak semudah manual book/theory book.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram
Bramantya Farid Prakoso
Bramantya Farid Prakoso is the Founder and CEO of Managix and Pixel House Studio. Starting business since 2008 and become full time internet marketer since 2010. He has hired hundreds people and interviewed thousands people on the process. Won world class SEO contest in 2012. Now, he focuses on building Managix to be a world class Facebook Advertising software.