4 Tips Ampuh & 3 Contoh CTA Brand Dunia: Cara Menulis Call to Action Yang Persuasif

by Bramantya Farid  – Wednesday, July 3, 2019

Apa itu call to action di dalam marketing?

Di dalam marketing, call to action adalah bagian dari iklan yang menyuruh target audiencemu untuk melakukan sesuatu yang seharusnya mereka lakukan, baik itu di iklan Facebook, atau Google, atau di website dan landing pagemu. Contoh paling sederhananya ya ajakan “Beli Sekarang”, “Ayo Pesan Sekarang Juga”.

Tips Dalam Menulis Call to Action:

  1. Pakai kata kerja yang jelas tanpa bertele-tele, di kebanyakan kasus kamu tidak punya banyak space karakter untuk menulis call to action yang panjang dan bertele-tele. Beritahu audiencemu secara jelas dan persis apa yang kamu mau mereka lakukan untukmu.

Contoh:

Di e-commerce, mulai CTA (call to action) dengan kata-kata seperti “beli”, “belanja”, atau “pesan”.

Jika kamu memberikan instruksi secara tidak jelas, maka CTR (click through rate) mu akan menurun. Sebagai contoh:

“informasi kami tersedia”, “semua stok tersedia” , dibanding “Ayo dapatkan informasi xxx ini” atau “Ayo pesan barang xxx sebelum kehabisan”.

2. Gunakan kata-kata yang menggugah emosi.

Jika CTA mu terlihat antusias dan bersemangat, maka audience mu akan ikutan bersemangat, ambil contoh, “beli sekarang dan dapatkan diskon 50%” – tidak hanya kamu memberikan keuntungan yang sangat besar, siapa yang tidak bersemangat mendapatkan diskon 50%?

Contoh lainnya “rencanakan liburan impianmu” CTA seperti itu akan menarik orang-orang yang sudah lama menginginkan liburan, baik itu keluarga atau personal. Salah satu hal yang kecil tapi efektif adalah menambahkan tKamu seru di akhir CTAmu untuk memprovokasi antusiasme, membuat kata-katamu makin mencolok dan dapat sedikit extra push.

3. Berikan alasan kepada audiencemu kenapa mereka harus melakukan aksi tersebut.

Apa keuntungannya buat mereka?

Berikan dengan jelas USP(unique selling point)mu, apa kelebihan penawaranmu, apakah ada something free, bonus, maka mention hal tersebut di CTAmu.

4. Gunakan FOMO

Apa itu FOMO (fear of missing out)?

alias ketakutan ketinggalan sesuatu, hal ini sangatlah powerful. FOMO bekerja berdasarkan prinsip eksklusivitas, yang umumnya bekerja dalam dua cara:

Hanya beberapa orang yang bisa masuk. Dengan hanya membiarkan sedikit orang yang masuk, Kamu menekankan bahwa mereka adalah orang yang beruntung, harus bersyukur, istimewa, pantas. Agar ini berjalan dengan baik, Kamu harus membuat sesuatu yang cukup luar biasa sehingga orang ingin melakukannya.

Ketakutan kehilangan dan ketinggalan itu menyentuh beberapa emosi manusia (beberapa di antaranya kita lebih suka tidak mengakuinya).

Itu bukan rasa takut yang biasa, karena rasa takut itu didasarkan pada sesuatu yang lain:

Panik: “Jika saya ketinggalan, saya tidak akan pernah tahu apakah ini bisa mengubah hidup saya!”

Keserakahan: “Saya harus memiliki segalanya.”

Perbandingan: “Saya tidak ingin menjadi satu-satunya orang tanpa ini!”

Keingintahuan: “Mungkinkah ini semenakjubkan seperti yang digambarkan?”

Kebanggaan: “Saya masuk dan Kamu tidak. Ha ha.”

Sebagian besar dari kita hampir secara otomatis didorong oleh emosi-emosi ini.

Ketika Kamu memberikan CTA, Kamu harus memanfaatkan jenis emosi ini — emosi yang begitu terhubung dengan eksklusivitas — karena merekalah yang mendorong orang untuk bertindak ketika berhadapan dengan penjualan.

Dan ketika Kamu menjual sesuatu yang orang tidak butuhkan (yaitu makanan, air, tempat tinggal, mesin cuci baru) dan bukannya mencoba membuat keinginan (yaitu Kamu baru saja membeli baju baru, tetapi mengapa tidak mendapatkan beberapa lagi?), Kamu harus menemukan motivator lain agar mereka dapat berpisah dengan uang mereka (atau alamat email mereka).

Contoh CTA Pada Brand-Brand Dunia

1.Netflix

Tonton dimana pun.

Streaming film dan acara TV tak terbatas di ponsel, tablet, laptop, dan TV-mu tanpa biaya tambahan.

UJI COBA GRATIS 30 HARI.

2. Spotify

Musik untuk semua orang.

Jutaan lagu. Tak perlu kartu kredit.

DAPATKAN SPOTIFY FREE.

3. Trello

Trello lets you work more collaboratively and get more done. (Trello membuatmu bisa bekerja secara kolaboratif dan bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan).

Trello’s boards, lists, and cards enable you to organize and prioritize your projects in a fun, flexible, and rewarding way. (Papan Trello, daftar, dan kartunya membuatmu bisa mengorgasir dan memprioritaskan projekmu dengan cara yang menyenangkan, fleksibel, dan cara yang penuh dengan reward).

Sign Up – It’s Free! (Daftar sekarang – Gratis).

Kesimpulan

Pemasaran telah banyak berubah selama beberapa tahun terakhir, tetapi tujuan akhirnya tetap sama. Kamu perlu mengarahkan konsumen untuk mengambil tindakan yang spesifik.

CTA sangat penting untuk mewujudkan hal ini. Jadi sebagai seorang pemasar, penting bagi Kamu untuk belajar menulis yang efektif.

Saat tren bergeser dan platform baru muncul, prinsip penulisan salinan CTA yang efektif tetap sama:
Berikan arahan yang jelas.
Dorong tindakan segera.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram
Bramantya Farid Prakoso
Bramantya Farid Prakoso is the Founder and CEO of Managix and Pixel House Studio. Starting business since 2008 and become full time internet marketer since 2010. He has hired hundreds people and interviewed thousands people on the process. Won world class SEO contest in 2012. Now, he focuses on building Managix to be a world class Facebook Advertising software.