9 Kiat Memulai Bisnis Kuliner Secara Efektif

by Tim Penulis Managix  – Wednesday, July 10, 2019

Jika kamu sedang mencari bisnis yang selalu ‘seksi’ untuk digeluti sepanjang masa, maka bisnis
kuliner adalah salah satu jawabannya. Tidak hanya karena makan merupakan kebutuhan pokok
semua orang; namun dengan inovasi dan pengembangan yang baik, bisnis kuliner punya masa
depan cerah bahkan prospek menjadi brand yang terkenal.

Menurut Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo, di tahun 2016 saja,
bisnis kuliner menjadi penyumbang PDB (Produk Domestik Bruto) ekonomi kreatif terbesar
dengan persentase 41,40% dan nominal 383 triliun rupiah, lho. Belum lagi kecenderungan
masyarakat Indonesia yang saat ini gemar berwisata kuliner dan menggandrungi makanan
dengan inovasi ciamik, menjadikan bisnis ini cerah dilakoni bahkan untuk pemula sekalipun.

Namun seperti bisnis-bisnis lainnya, bisnis kuliner juga memerlukan strategi agar bisa berjalan
dengan lancar. Berikut adalah 10 kiat yang bisa kamu terapkan untuk memulai bisnis kuliner
secara efektif. Yuk, disimak!

1. Lakukan Riset Produk

Mungkin kamu memiliki banyak ide kuliner yang ingin dipasarkan. Maka hal pertama yang
harus dilakukan adalah melakukan riset sederhana. Libatkan keluarga dan teman untuk
mencoba trial and error dari beberapa produk yang telah kamu buat. Lihat produk mana yang
paling unggul dalam hasil riset.

Produk inilah yang kemudian bisa dikembangkan ke dalam bisnis kuliner selanjutnya. Di awal,
ada baiknya jika kamu fokus mengembangkan satu hingga lima produk saja sebagai produk
utama. Di dalam bisnis kuliner, rasa adalah hal yang utama. Karena itu jika kamu
mempekerjakan juru masak alih-alih mengerjakan produk sendiri, pilihlah dengan hati-hati.
Pastikan rasa produk memuaskan sehingga bisnis kuliner bisa berkembang.

2. Tentukan Konsep

Tentukan konsep dari bisnis kuliner kamu. Apakah kamu akan mengembangkan kuliner
tradisional atau modern? Dipasarkan secara offline atau online? Apakah kamu akan berbisnis
dari rumah atau langsung menyewa tempat? Atau kamu tertarik dengan konsep food truck yang
tengah hype?

Apapun pilihanmu pastikan kamu nyaman dengan konsep bisnis yang akan kamu jalankan.

3. Persiapkan Nama Brand, Logo, dan Teknik Marketing

Agar bisnis kuliner lebih mudah dikenal, persiapkan juga nama brand, logo serta teknik marketing yang akan diterapkan. Saat ini ada banyak platform online marketing yang dapat
kamu gunakan untuk promosi, mulai dari yang gratis hingga berbayar.

Fokus pada satu platform yang kamu anggap paling prospek sebagai media pemasaran. Apakah
Facebook, Instagram, Twitter atau bahkan ketiganya? kamu bisa memulainya dengan membuka
akun dengan nama brand dan logo kamu. Atau jika ada dana lebih, kamu juga bisa
menggunakan jasa influencer, blogger dan youtuber untuk berpromosi.

Sedangkan untuk promosi offline , jangan remehkan kekuatan word of mouth dari para
konsumen. Sebagai perkenalan, kamu bisa membuat sample gratis untuk dicobakan kepada
tetangga atau teman. Ingat bahwa satu konsumen yang puas bisa mempengaruhi konsumen lain
untuk membeli produk kamu. Karena itulah rasa makanan harus dijaga agar tetap konsisten,
didukung juga dengan pelayanan yang baik tentunya.

4. Tentukan Lokasi Yang Ideal

Memiliki lokasi di tengah meeting point atau tempat yang ramai pengunjung merupakan
idaman semua pebisnis kuliner, meski harga sewa pasti mahal. Tidak apa-apa jika kamu memiliki modal yang memadai.

Namun untuk pemula, kamu juga bisa memulai berbisnis kuliner dari rumah dan menerapkan
konsep full online sebelum melangkah dengan konsep brick and mortar . Pertimbangkan
bergabung dengan layanan antar makanan melalui aplikasi online untuk memperluas jangkauan
pasar.

5. Siapkan Modal

Setelah semua konsep bisnis telah jelas, kamu sudah bisa memperkirakan berapa dana yang
dibutuhkan untuk memulai. Modal bisa berasal dari dana pribadi, atau dari sumber-sumber
lainnya. Pastikan modal sudah tersedia dalam bentuk liquid sehingga dapat digunakan kapan saja.

6. Urus Izin Usaha dan Sertifikasi

Kepercayaan konsumen akan meningkat ketika mengetahui sebuah produk diproduksi secara
higienis dengan bahan yang berkualitas. Untuk itu kamu memerlukan sertifikasi dari badan
terkait.

Salah tiga sertifikasi yang penting untuk dimiliki adalah SIUP dari Dinas Perdagangan,
Izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan, izin dari Badan Pengawas
Obat dan Makanan (BPOM), serta sertifikasi halal dari MUI.

7. Atur Keuangan

Selanjutnya adalah mengalokasikan budget untuk usahamu. Secara garis besar, pengeluaran
bisa dikelompokkan menjadi dua bagian : Variable Cost dan Fixed Cost. Variable Cost adalah biaya yang jumlahnya berfluktuasi seiring dengan peningkatan jumlah pesanan. Contohnya seperti biaya raw material , biaya gas, biaya air, listrik, dan lain-lain.

Sedangkan Fixed Cost adalah biaya yang jumlahnya tetap meskipun pesanan bertambah.
Misalnya seperti biaya sewa tempat atau gedung, gaji karyawan, biaya pengamanan, dan lain-lain.

Ada beberapa pos-pos keuangan yang bisa kamu maksimalkan, misalnya pada pembelian raw
material yang sebaiknya dipercayakan kepada satu vendor saja sehingga lebih hemat dari segi
biaya. Selain itu perhatikan selalu keseimbangan antara neraca pemasukan dan pengeluaran
agar keuangan bisnismu tetap baik.

8. Jalankan Bisnis

Setelah semua siap, waktunya untuk menjalankan bisnis kamu. Karena bisnis makanan adalah bisnis volume, ketika semakin banyak produk dipesan, maka semakin besar keuntungan yang didapatkan.

Jangan lupa untuk tetap melakukan promosi di semua platform media sosial yang sudah dibuat. Jalankan juga strategi word of mouth dengan memberikan beberapa sample gratis sebagai perkenalan kepada konsumen.

9. Lakukan Pengawasan

Setelah bisnis berjalan, lakukan pengawasan secara berkala. Pastikan kualitas produk tetap
terjaga mulai dari bahan mentah hingga packing atau plating.

Sekali lagi, jaga agar rasa kuliner tetap konsisten. Karena pelanggan pada umumnya tidak keberatan jika produsen menaikkan harga; namun jika rasa makanan berubah, konsumen otomatis kecewa.

Banyak yang tertarik berbisnis kuliner karena konon margin keuntungan yang didapatkan cukup besar. Namun patut diingat bahwa menjalankan bisnis ini juga memerlukan effort dan tantangan yang cukup besar.

Jika kamu siap menjalankan tantangan ini, mungkin bisnis kuliner merupakan bisnis yang cocok untuk kamu. Dan siapa tahu dalam beberapa tahun ke depan, brand kulinermu bisa populer seantero Indonesia. Selamat mencoba!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram
Bramantya Farid Prakoso
Bramantya Farid Prakoso is the Founder and CEO of Managix and Pixel House Studio. Starting business since 2008 and become full time internet marketer since 2010. He has hired hundreds people and interviewed thousands people on the process. Won world class SEO contest in 2012. Now, he focuses on building Managix to be a world class Facebook Advertising software.